Jumat, 15 Februari 2008

__H I L A N G__

Kemana perginya sepotong hatiku?
Rasanya begitu hambar, tawar…
Ba’al…
Flat…
Aku tak pernah bisa menantang takdir
Karena aku hanyalah seorang pelakon
Aku hanyalah titik hitam kecil di lingkaran putih yang amat besar
Akh, ternyata cerita ini sampai juga padaku
Cerita dengan warna hitam dan putih
Realita bahwa ada hidup, ada mati
Dan waktunya untukku menyaksikan lagi dan lagi
Kekuasaan Sang Khalik, Sang Pemberi Hidup

Rabb, aku tunduk pada ketetapanMu
Meskipun ketetapanMu membawa sepotong hatiku
Karena telah membawa pergi sosok yang begitu aku cintai

Aku tunduk pada ketetapanMu Rabb
Karena aku hanyalah seorang pelakon
Yang juga kan kembali padaMu…
Lapangkanlah dada ini dengan samudra cintaMu yang sejuk
Gantilah kehilangan ini dengan sabar dan ikhlas

SURAT BUAT IBUNDA

kadang hari jadi demikian melelahkan, ibunda, ruang menujumu tiba-tiba saja terasa luas dan jauh
ingin nanda ceritakan tentang sayap-sayap yang tak henti belajar terbang
mencari setiap celah untuk memperpendek jarak mempersempit ruang
ingin nanda ceritakan tentang wangi kelopak sepanjang jalan, biru langit, hembus angin dan warna pucuk-pucuk hijau
mengumpulkan keindahan dalam telapak untuk dibawa pulang ke pangkuan
berharap bisa menghapus letih kening dan sudut mata bunda

sesungguhnya tak jarang langkah nanda tersandung batu terhalang badai
tapi bekal yang bunda sampirkan sejak dulu selalu bisa menghantar nanda ke seberang

kadang kabut sama sekali nyaris tak tertembus, ibunda, perjuangan melewatinya tiba-tiba saja kehilangan tenaga
ingin nanda ceritakan tentang ketakutan-ketakutan dan mimpi buruk menjelang tengah malam
tentang kegamangan dan keraguan setiap kali jembatan dan pintu menghadang di depan mata
tapi percayalah bekal yang bunda titipkan di bahu selalu bisa mengisi kekosongan, menguatkan dan menegakkan kembali wajah nanda

seperti pesan bunda,
nanda belajar dari rumput yang tegar untuk selalu tumbuh
nanda belajar dari tetes hujan di atas batu yang tawakal berikhtiar

tak pernah mudah, ibunda, tak pernah
jika sesekali nanda berhenti
nanda ingin bunda tahu bukan tuk menyerah
tapi menerjemah hikmah dan menelaah diri sebelum berjalan lagi

tak pernah mudah, ibunda, memang tak pernah
tapi nanda tak gentar
sebab cinta dan doa bunda terbukti jadi energi tak berbatas yang tak pernah

Rabu, 13 Februari 2008

Boulevard of Broken Dreams


I walk a lonely road
The only one that I have ever known
Don’t know where it goes
But it’s home to me and I walk alone

I walk this empty street
On the Boulevard of Broken Dreams
Where the city sleeps
and I’m the only one and I walk alone

I walk alone

My shadow’s the only one that walks beside me
My shallow heart’s the only thing that’s beating
Sometimes I wish someone out there will find me
‘Til then I walk alone

I’m walking down the line
That divides me somewhere in my mind
On the border line
Of the edge and where I walk alone

Read between the lines
What’s fucked up and everything’s alright
Check my vital signs
To know I’m still alive and I walk alone