Kamis, 13 Maret 2008
Diri'ku Hancur..
Entah mengapa setiap kali aku ingin menuliskan tentang diriku sendiri...tiba-tiba saja rasanya aku tak mampuh menulis dan berkata apa-apa...tapi saat ini aku ingin memaksakanya. Aku ingin membuat sesuatu yang dapat mengabadikan kisah hidup'ku, atau sekedar tempat luahan rasaku...
Aku tau...aku tak pernah mampuh menuliskan kisah hidupku, karana sedikitpun tak ada sesuatu yang istimewa di sana...hanya kepahitan dan air mata yang begitu sakit jika kukenang namun tak mungkin kubuang..
Bagaikan mozaik yang mencari wujudnya...berawal dari partikel tak berbentuk...namun ku paksakan agar semua itu berwujud. Indah atau tidak hasilnya semua tergantung bagai mana menyusunya...
Begitu juga hidup ku saat ini..berpijak pada masa lalu yang hancur..ku berusaha mencari hakihat kehidupan yang sesungguhnya dari setiap kepingan kehancuran itu...
Meski kerap tangan ini terluka saat memunguti tiap kepingan itu...namun aku harus tetap bertahan...
Demi terwujudnya mozaik hidupku yang indah nantinya..
Terhadang aku merasa tak akan pernah menjadai seorang yang sempurna...tak pernah membuat bangga siapa pun..
rasanya aku hanya manusia yang tak berguna..
Dan aku hanya bisa menghibur diriku sendiri..dengan kata...
"Jika aku tak pernah membuat orang lain bangga karana jalan hidupku yang hancur...namun aku ingin membuat mereka semua bangga dengan KETEGARAN ku menjalain semua kencuran itu"
Dan aku harus mampuh!
Meski semua itu tak mudah aku jalani...
Aku tau...aku tak pernah mampuh menuliskan kisah hidupku, karana sedikitpun tak ada sesuatu yang istimewa di sana...hanya kepahitan dan air mata yang begitu sakit jika kukenang namun tak mungkin kubuang..
Bagaikan mozaik yang mencari wujudnya...berawal dari partikel tak berbentuk...namun ku paksakan agar semua itu berwujud. Indah atau tidak hasilnya semua tergantung bagai mana menyusunya...
Begitu juga hidup ku saat ini..berpijak pada masa lalu yang hancur..ku berusaha mencari hakihat kehidupan yang sesungguhnya dari setiap kepingan kehancuran itu...
Meski kerap tangan ini terluka saat memunguti tiap kepingan itu...namun aku harus tetap bertahan...
Demi terwujudnya mozaik hidupku yang indah nantinya..
Terhadang aku merasa tak akan pernah menjadai seorang yang sempurna...tak pernah membuat bangga siapa pun..
rasanya aku hanya manusia yang tak berguna..
Dan aku hanya bisa menghibur diriku sendiri..dengan kata...
"Jika aku tak pernah membuat orang lain bangga karana jalan hidupku yang hancur...namun aku ingin membuat mereka semua bangga dengan KETEGARAN ku menjalain semua kencuran itu"
Dan aku harus mampuh!
Meski semua itu tak mudah aku jalani...
..Kesepian Abadi..
Semakin hari aku merasa semakin sendiri...sepi!
seiring kesendirian itu pun aku rasa kan ketulusan yang kian punah dalam kehidupan ini...
Pernah aku berfikir bahwa ini semua hanyalah buah pemikiranku yang masih bercampur prasangka...
namun bagi'ku rasional dan emosional begitu tipis perbedaanya...
Aku tak ingin terus merasakan kesepian seperti ini...
karana aku tau aku tak akan pernah hidup selamanya...
lalu salah kah aku yang mengharap kan sebuah'Cinta ??
Sebelum aku memulai kesepian abadi yang sesungguhnya.
Sebelum tatapan mata ku gelap dan hilang..
sebelum tubuhku kaku dan memurai..
Ijinkan aku rasakan Cinta tulus itu Tuhan!
seiring kesendirian itu pun aku rasa kan ketulusan yang kian punah dalam kehidupan ini...
Pernah aku berfikir bahwa ini semua hanyalah buah pemikiranku yang masih bercampur prasangka...
namun bagi'ku rasional dan emosional begitu tipis perbedaanya...
Aku tak ingin terus merasakan kesepian seperti ini...
karana aku tau aku tak akan pernah hidup selamanya...
lalu salah kah aku yang mengharap kan sebuah'Cinta ??
Sebelum aku memulai kesepian abadi yang sesungguhnya.
Sebelum tatapan mata ku gelap dan hilang..
sebelum tubuhku kaku dan memurai..
Ijinkan aku rasakan Cinta tulus itu Tuhan!
Sabtu, 16 Februari 2008
Jumat, 15 Februari 2008
__H I L A N G__
Kemana perginya sepotong hatiku?
Rasanya begitu hambar, tawar…
Ba’al…
Flat…
Aku tak pernah bisa menantang takdir
Karena aku hanyalah seorang pelakon
Aku hanyalah titik hitam kecil di lingkaran putih yang amat besar
Akh, ternyata cerita ini sampai juga padaku
Cerita dengan warna hitam dan putih
Realita bahwa ada hidup, ada mati
Dan waktunya untukku menyaksikan lagi dan lagi
Kekuasaan Sang Khalik, Sang Pemberi Hidup
Rabb, aku tunduk pada ketetapanMu
Meskipun ketetapanMu membawa sepotong hatiku
Karena telah membawa pergi sosok yang begitu aku cintai
Aku tunduk pada ketetapanMu Rabb
Karena aku hanyalah seorang pelakon
Yang juga kan kembali padaMu…
Lapangkanlah dada ini dengan samudra cintaMu yang sejuk
Gantilah kehilangan ini dengan sabar dan ikhlas
Rasanya begitu hambar, tawar…
Ba’al…
Flat…
Aku tak pernah bisa menantang takdir
Karena aku hanyalah seorang pelakon
Aku hanyalah titik hitam kecil di lingkaran putih yang amat besar
Akh, ternyata cerita ini sampai juga padaku
Cerita dengan warna hitam dan putih
Realita bahwa ada hidup, ada mati
Dan waktunya untukku menyaksikan lagi dan lagi
Kekuasaan Sang Khalik, Sang Pemberi Hidup
Rabb, aku tunduk pada ketetapanMu
Meskipun ketetapanMu membawa sepotong hatiku
Karena telah membawa pergi sosok yang begitu aku cintai
Aku tunduk pada ketetapanMu Rabb
Karena aku hanyalah seorang pelakon
Yang juga kan kembali padaMu…
Lapangkanlah dada ini dengan samudra cintaMu yang sejuk
Gantilah kehilangan ini dengan sabar dan ikhlas
SURAT BUAT IBUNDA
kadang hari jadi demikian melelahkan, ibunda, ruang menujumu tiba-tiba saja terasa luas dan jauh
ingin nanda ceritakan tentang sayap-sayap yang tak henti belajar terbang
mencari setiap celah untuk memperpendek jarak mempersempit ruang
ingin nanda ceritakan tentang wangi kelopak sepanjang jalan, biru langit, hembus angin dan warna pucuk-pucuk hijau
mengumpulkan keindahan dalam telapak untuk dibawa pulang ke pangkuan
berharap bisa menghapus letih kening dan sudut mata bunda
sesungguhnya tak jarang langkah nanda tersandung batu terhalang badai
tapi bekal yang bunda sampirkan sejak dulu selalu bisa menghantar nanda ke seberang
kadang kabut sama sekali nyaris tak tertembus, ibunda, perjuangan melewatinya tiba-tiba saja kehilangan tenaga
ingin nanda ceritakan tentang ketakutan-ketakutan dan mimpi buruk menjelang tengah malam
tentang kegamangan dan keraguan setiap kali jembatan dan pintu menghadang di depan mata
tapi percayalah bekal yang bunda titipkan di bahu selalu bisa mengisi kekosongan, menguatkan dan menegakkan kembali wajah nanda
seperti pesan bunda,
nanda belajar dari rumput yang tegar untuk selalu tumbuh
nanda belajar dari tetes hujan di atas batu yang tawakal berikhtiar
tak pernah mudah, ibunda, tak pernah
jika sesekali nanda berhenti
nanda ingin bunda tahu bukan tuk menyerah
tapi menerjemah hikmah dan menelaah diri sebelum berjalan lagi
tak pernah mudah, ibunda, memang tak pernah
tapi nanda tak gentar
sebab cinta dan doa bunda terbukti jadi energi tak berbatas yang tak pernah
ingin nanda ceritakan tentang sayap-sayap yang tak henti belajar terbang
mencari setiap celah untuk memperpendek jarak mempersempit ruang
ingin nanda ceritakan tentang wangi kelopak sepanjang jalan, biru langit, hembus angin dan warna pucuk-pucuk hijau
mengumpulkan keindahan dalam telapak untuk dibawa pulang ke pangkuan
berharap bisa menghapus letih kening dan sudut mata bunda
sesungguhnya tak jarang langkah nanda tersandung batu terhalang badai
tapi bekal yang bunda sampirkan sejak dulu selalu bisa menghantar nanda ke seberang
kadang kabut sama sekali nyaris tak tertembus, ibunda, perjuangan melewatinya tiba-tiba saja kehilangan tenaga
ingin nanda ceritakan tentang ketakutan-ketakutan dan mimpi buruk menjelang tengah malam
tentang kegamangan dan keraguan setiap kali jembatan dan pintu menghadang di depan mata
tapi percayalah bekal yang bunda titipkan di bahu selalu bisa mengisi kekosongan, menguatkan dan menegakkan kembali wajah nanda
seperti pesan bunda,
nanda belajar dari rumput yang tegar untuk selalu tumbuh
nanda belajar dari tetes hujan di atas batu yang tawakal berikhtiar
tak pernah mudah, ibunda, tak pernah
jika sesekali nanda berhenti
nanda ingin bunda tahu bukan tuk menyerah
tapi menerjemah hikmah dan menelaah diri sebelum berjalan lagi
tak pernah mudah, ibunda, memang tak pernah
tapi nanda tak gentar
sebab cinta dan doa bunda terbukti jadi energi tak berbatas yang tak pernah
Rabu, 13 Februari 2008
Boulevard of Broken Dreams
I walk a lonely road
The only one that I have ever known
Don’t know where it goes
But it’s home to me and I walk alone
I walk this empty street
On the Boulevard of Broken Dreams
Where the city sleeps
and I’m the only one and I walk alone
I walk alone
My shadow’s the only one that walks beside me
My shallow heart’s the only thing that’s beating
Sometimes I wish someone out there will find me
‘Til then I walk alone
I’m walking down the line
That divides me somewhere in my mind
On the border line
Of the edge and where I walk alone
Read between the lines
What’s fucked up and everything’s alright
Check my vital signs
To know I’m still alive and I walk alone
Langganan:
Postingan (Atom)